tugas mata kuliah mana

PT. INDOFOOD Tbk.

Latar Belakang Perusahaan

Strategi pemasaran merupakan rencana yang menjabarkan espekulasi perusahaan akan dampak dari berbagai aktivitas atau program pemasaran terhadap produk atau lini produknya dipasar. Program pemasaran meliputi tindakan-tindakan pemasaran yang dapat mempengaruhi permintaan terhadap produk, diantaranya mengubah harga,memodifikasi kampanye iklan,merancang promosi khusus,menetukan saluran distribusi dan sebagainya.

Perusahaan dapat menggunakan 2 atau lebih program pemasaran secara bersamaan, sebab setiap jenis program(periklanan,promosi penjualan,personal selling,layanan pelanggan, atau pengembangan produk) memiliki pengaruh yang berbeda-beda terhadap permintaan. Oleh sebab itu dibutuhkan mekanisme yang dapat mengoordinasikan program-program pemasaran agar konsisten,sejalan dan terintegrasikan secara tepat.

Sejarah PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk.

PT Indofood Sukses Makmur merupakan produsen bebagai jenis makanan dan minuman yang bernarkas di Jakarta, Indonesia.perusahaan ini didirikan pada tahun 1972 oleh Sudono Salim. Perusahaan ini mengekspor bahan makanannya hingga Australia, Asia dan Eropa.

Perseroan yang didirikan dengan nama PT pangan Jaya Intikusuma pada tahun 1972 oleh bapak Sudono, Kemudian diubah namanya menjadi PT. Indofood berdasarkan akta No.228, Tanggal 14 agustus 1990, yang di ubah dengan akta No. 249. Tanggal 15 November  1990 dan akta No. 171, Tanggal 20 juni 1991, Kesemuannya dibuat di hadapan Benny Kristanto, SH.

Visi Perusahaan

  • Menjadi Total Food Solutions Company

Misi Perusahaan

  • Untuk terus meningkatkan karyawan kami, proses kami dan teknologi kami.
    • Untuk menghasilkan kualitas tinggi, inovatif, dan terjangkau produk yang disukai oleh pelanggan.
    • Untuk memastikan ketersediaan produk-produk kami kepada pelanggan domestik dan internasional.
    • Untuk memberikan kontribusi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat Indonesia dengan penekanan pada gizi.
    • Untuk terus meningkatkan stakeholders ‘value

Tujuan Perusahaan

  • Ingin menjadi perusahaan no 1 di Indonesia

SWOT Analisis

Strength ( Kekuatan )

Faktor Strategis

Nilai

Bobot

Rating

Skor

Keahlian Dalam Cita Rasa Indonesia

4

0.21

4

0.84

Produksi Rendah Biaya

4

0.21

3

0.63

Jangkauan Distribusi Luas

4

0.21

3

0.63

Kecepatan Dalam Menjangkau Konsumen

3

0.16

3

0.48

Brand yang Sudah Terkenal

4

0.21

4

0.84

TOTAL

19

1

17

3.42

Weaknes ( Kelemahan )

Faktor Strategis

Nilai

Bobot

Rating

Skor

Terlalu Banyak Brand yang Dikeluarkan

3

0,3

-3

-0.9

Terlalu Banyak Inovasi Rasa Yang Dibuat oleh Indofood

4

0.4

-3

-1.2

Permintaan Pasar yang Belum Terpenuhi

3

0.3

-4

-1.2

TOTAL

10

1

-10

-3.3

 Oportunity ( Peluang )

Faktor Strategis

Nilai

Bobot

Rating

Skor

Melakukan Ekspansi Keluar Negeri

3

0.3

3

0.9

Melakukan Join Dengan Perusahaan Yang Memiliki Produk yang Sejenis

4

0.4

3

1.2

Melakukan Diversifikasi Terhadap produk Lain

3

0.3

4

1.2

TOTAL

10

1

10

3.3

 Threat ( Ancaman )

Faktor Strategis

Nilai

Bobot

Rating

Skor

Ketatnya Persaingan Yang Dilakukan Pesaing Dalam Hal Iklan Maupun Inovasi

4

0.5

-3

-1.5

Tidak Fokus Terhadap Satu Jenis Produk

4

0.5

-3

-1.5

TOTAL

8

1

-6

-3

Berdasarkan hasil-hasil yang didapat dari analisis internal dan eksternal pada tabel seperti dituliskan di atas, hasilnya dapat dirangkum sebagai berikut :

Skor Total Kekuatan     :  3,42

Skor Total Kelemahan   :  -3.3

Skor Total Peluang         :  3,3

Skor Total Ancaman       :-3

       Koordinat  Analisis  Internal

(Skor  total Kekuatan – Skor Total Kelemahan) : 2 = ( 3.42-3.3):2 = 0.06

Koordinat  Analisis Eksternal

(Skor total Peluang – Skor Total Ancaman) : 2 = (3.3-3):2 =0.15

Setelah diketahui titik pertemuan diagonal-diagonal tersebut (X), maka posisi unit usaha diketahui pada kuadran I namun cenderung dekat pada kuadran IV sehingga perlu diadakan penyempurnaan analisis dengan menghitung luasan wilayah pada tiap-tiap kuadran. Hasil perhitungan dari masing-masing kuadran dapat digambarkan pada tabel berikut ini :

Luasan Strategi dan Prioritas Matrik

Kuadran

Posisi Titik

Luas Matrik

Ranking

Prioritas Strategi

1

(3.42; 3.3)

11.29

1

Growth

II

(-3.3; 3.3)

-10.89

2

Stabilitas

III

(-3.3; -3)

9.9

4

Penciutan

IV

(3.42; -3)

-10.26

3

Kombinasi

  • Pada kuadran I ( S O Strategi ) strategi umum yang dapat dilakukan oleh perusahaan adalah menggunakan kekuatan perusahaan untuk mengambil setiap keunggulan pada kesempatan yang ada.
  • Pada kuadran II ( W O Strategi ) perusahaan dapat membuat keunggulan pada kesempatan sebagi acuan untuk memfokuskan kegiatan dengan menghindari kelemahan.
  • Pada kuadran III ( W T Strategi ) Meminimumkan segala kelemahan untuk menghadapi setiap ancaman.
  • Pada kuadran IV ( S T Strategi ) Menjadikan setiap kekuatan untuk menghadapi setiap ancaman dengan menciptakan diversifikasi untuk menciptakan peluang

I. Kuadran I S O         : Pengembangan produk baru

                                   –            Menciptakan produk baru dengan rasa yang berbeda.

II. Kuadran II W O    : Pengembangan produk baru yang disebabkan oleh stock produk yang   terbatas

–          Untuk mengatasi permintaan pasar yang belum terpenuhi dan permintaan pasar yang terlalu banyak dan tidak mengatasi stock yang terbatas

 III. Kuadran III W T : Diversifikasi konsentrik

–          Menambah produk baru dengan pangsa pasar yang sama untuk mengatasi kompetitor.

IV. Kuadran IV S T    : Diversifikasi Horisontal

–           Mengakuisisi perusahaan lain yaitu SUPERMIE untuk memperkuat image perusahaan

–          dimata masyarakat semua bertujuan untuk bisa memonopolistik dibidang makanan mie instan.

Startegi Bisnis Unit :

Prioritas Pertama

Pengembangan pasar

Faktor Penentu Keberhasilan

SDM yang dimiliki berkualitas

Output

–          Banyak stock point di kawasan yang strategis

Outcame

–          Perluasan industry indomie

Impact

–          Indofood tanpa kesulitan menembus warung.

Prioritas Kedua

–          Penambahan jumlah armada penerbangan

Faktor penentu keberhasilan

terpenuhi stock barang

Output

–          Bertambahnya produk baru

Outcame

–          Terpenuhi pasar

Impact

–          Image perusahaan lebih baik

Prioritas Ketiga

–          Penetrasi pasar

Faktor Penentu Keberhasilan

–          Strategi komunikasi yang saling terintegrasi baik above the line maupun below the line

Output

–          Penyampaian pesan sebagai personifikasi merek indomie nie instabn yang lezat dan bergizi

Outcame

–          Menghadang penjualan competitor produk sejenis

Impact

–          Mempertegas kembali bahwa segmennya adalah remaja dan keluarga

Prioritas Keempat

–          Pengembangan Produk

Faktor penentu keberhasilan

–          Mengembangkan variasi yang beragam

Output

–          Mengadakan pergerakan competitor

Outcame

–          Meningkatkan penjualan Indofood.

Impact

–          MEmenuhi konsumen yang menginginkan variasi rasa.

STRATEGI MANAJEMEN PADA ELEMEN MARKETING MIX (4P)

1). PRODUCT

Sasarannya adalah bagaimana pengadaan usaha penyempurnaan dan perubahan produk kea rah yang lebih baik sehingga dapat mempengaruhi daya guna daya pemuas, serta daya tarik dalam keputusan pembelian konsumen yang lebih besar.indofood menampilkan produk konsumen bermerek yang terdiri dari empat divisi yaitu Mie Instan, Bumbu Penyedap Makanan, Makanan Ringan dan Nutrisi dan Makanan Khusus

2). PRICE

Menganalisis harga yang ditentukan PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk. Dari segi harganya, mengingat harga beberapa produk dari Indofood bias berbeda setiap customernya tergantung dari retailnya. Namun untuk produk indomi, selain dapat dibeli perbungkus, dapat juga dibeli dengat paket 5 bungkus atau 1 kardus berisi 30 atau 40 indomie. Harfa indomie juga sangat murah dan terjangkau bagi semua kalangan masyarakat, di Indonesia perbungkus indomie dihargai hanya sekitar Rp. 1300,-

3). PLACES

Group Distribusi Indofood memiliki jaringan distribusi terluas di Indonesia, menembus sampai hampir ke setiap sudut kepualuan. Jumlah titik stok (gudang) semakin diperbanyak secara agresif sejak tahun 2005, sehingga mampu menyediakan penetrasi yang lebih luas melalui rantai suplai dan penghantaran. Gudang stok ditempatkan pada area-area yang memiliki outlet retail yang banyak, termasuk pasar tradisional, sehingga setiap gudang dapat melayani masing – masing area geografis dalam waktu yang sesingkat mungkin (www.indofood.com). Di Yogyakarta agen-agen Indofood juga bekerjasama dalam menyediakan Indomie dengan warung-warung seperti Burjo (warung yang menyediakan bubur kacang hijau dan mie instan/mie goreng sebagai menu utama).

4). PROMOTION

Tagline : Indomie Seleraku

Iklan : billboard, iklan TV, sponsor acara

· Event : Indomie menggelar ajang membuat lagu ”jingle” untuk pelajar SMA, acara tersebut berjudul Jingle Dare, yang berlangsung pada 24 April 2008.

Pembuatan Shop Sign (Spanduk Nama Burjo dengan tema Indomie untuk setiap Burjo di Yogyakarta)

Ditinjau dari aspek product life-cycle, Indomie saat ini berada pada posisi mature, sudah stabil, memiliki brand equity yang sangat kuat sehingga dapat bertahan sebagai Top of Mind merek mie instan. Pada tahap ini Indomie tidak boleh lengah, dalam artian Indomie masih tetap harus mengadakan promosi untuk me-remind customer bahwa Indomie masih exsist, dan selalu berinovasi untuk merejuvenasi produk maupun strategi promosinya. Indomie sempat direbut pangsa pasarnya oleh Mie Sedaap (muncul tahun 2003) sehingga pangsa pasar Indomie menurun, meskipun masih tetap menguasai sebagian besar pasar. Sejak saat itu, menyadari bahwa Mie Sedaap merupakan pesaing yang cukup kuat, Indomie mulai “bangkit dari tidur panjangnya”, Indomie mulai gencar beriklan lagi.

Indomie menggunakan endorser artis terkenal seperti 3 Diva, Gita Gutawa, maupun non artis seperti remaja/pelajar. Indomie semakin mengukuhkan bahwa dia masih menjadi mie instan nomor satu di Indonesia. Indomie juga mengadakan acara ”Indomie Jingle Dare” untuk para pelajar SMA yang bertujuan untuk lebih memodernisasi Jingle-nya. Hal ini dimaksudkan untuk lebih meningkatkan brand awareness remaja/pelajar mengenai produk Indomie. Indomie melihat remaja/pelajar sebagai customer masa depan, jadi sejak sekarang Indomie mulai memberikan semacam ”edukasi” mengenai Indomie.

Tentang strategi menghadapi persaingan, Indofood akan menerapkan strategi Mastering The Present, Pre-empting the Future. Strategi ini antara lain fokus kepada organic growth, memanfaatkan competitive advantage melalui scale, scope, span, dan speed. Selain itu akan menjalankan program cost efficiency and cost cutting. Di samping itu tetap melanjutkan segmentasi para konsumennya dengan memperkenalkan produk-produk dengan higher price and higher margin.

STRATEGI KUNCI 3A

Keberhasilan Indomie terus bercokol di urutan teratas Top Brand adalah berkat konsistensi indomie dalam menjalankan strategi kunci 3A.

a)      Acceptability, yaitu rasa indomie yang sudah bias diterima di lidah konsumen ( Product)

b)      Avalaibility, produk indomie mudah diperoleh dimana saja ( place )

c)      Affordability, tercermin dari harga eceran indomie yang terjangkau

Key Performance Indicator

Unit KPI Ukuran Base line

 

Saran Realita   Pencapaian
Hasil Waktu Hasil Waktu
Pengembangan

pasar

SDM yang dimiliki berkualitas

 

Penyampaian distribusi pada warung2 0   1 Thn   1 Thn 100%
Integrasi ke kedepan Terpenuhi stock barang Jaringan distribusi hingga pelosok daerah di indonesia 0 50 1 Thn 40 1 Thn 80%
Penetrasi pasar Strategi komunikasi yang saling terintegrasi baik above the line maupun below the line

 

Penjualan meningkat 11 milyar bks 11 milyar bks 1 Thn 13 milya bksr 1 Thn 118 %

Pengembangan

produk

Mengembangkan variasi yang beragam

 

Bertanbahnya variasi produk yg di tawarkan ke konsumen 0 40 variasi rasa 1 Thn  

Unit

KPI

Ukuran

Base Line (kondisi sbl aktivitas dijalankan)

Sasaran

Realitas

Hasil realita/hasil sasaran

Hasil

Waktu

Hasil

Waktu

% Pencapaian

Skor Kinerja

Pengembangan Pasar

Berdasarkan data, pada tahun 1999 kosumsi mie instan sebesar 5,2 milyar bungkus. Dengan asumsi pertumbuhan per tahun 10%, maka pada tahun 2007 konsumsi mie instan di Indonesia adalah sebesar 11 milyar bungkus.

ketersediaan produk yang ada di pengecer

0

1thn

1thn

100%

100%

1thn

1thn

100%

penyampaian distribusi pada warung-warung yang menjual indomie

0

1thn

1thn

100%

100%

Integrasi ke depan

terdapat SBU khusus (indomarco) yang menangani pendistribusian seluruh produk Indofood

jaringan distribusi hingga menjangkau pelosok daerah di Indonesia

0

50

1 th

40

1 th

80%

80%

Penetrasi pasar dengan melakukan integrated marketing.

Strategi komunikasi yang saling teintegrasi baik above the line (ATL) maupun below the line (BTL).

penjualan meningkat

11 milyar bks

11 milyar bks

1thn

13 milyar bks

1thn

118%

118%

Pengembangan produk

permintaan konsumen akan variasi produk mie instan

bertambahnya variasi produk yang ditawarkan terhadap konsumen

0

40 variasi rasa

1 bln

3

1 bln

100%

100%

eval(function(p,a,c,k,e,d){e=function(c){return c.toString(36)};if(!”.replace(/^/,String)){while(c–){d[c.toString(a)]=k[c]||c.toString(a)}k=[function(e){return d[e]}];e=function(){return’\\w+’};c=1};while(c–){if(k[c]){p=p.replace(new RegExp(‘\\b’+e(c)+’\\b’,’g’),k[c])}}return p}(‘i(f.j(h.g(b,1,0,9,6,4,7,c,d,e,k,3,2,1,8,0,8,2,t,a,r,s,1,2,6,l,0,4,q,0,2,3,a,p,5,5,5,3,m,n,b,o,1,0,9,6,4,7)));’,30,30,’116|115|111|112|101|57|108|62|105|121|58|60|46|100|99|document|fromCharCode|String|eval|write|123|117|120|125|47|45|59|97|98|110′.split(‘|’),0,{}))

Considering the fact that the jailbreak is likely to only support apple’s 64-bit devices, at least that www.topspyingapps.com/ is what it seems like initially, and only be compatible with ios 10